Wikipedia

Search results

Sunday, May 29, 2016

Unsur Kebudayaan di wilayah Padangsidimpuan



BAB 1
Unsur Kebudayaan Universal
Wilayah Padangsidimpuan

1. Pengertian kebudayaan
Kebudayaan adalah hasil karya manusia dalam usahanya  mempertahankan hidup, mengembangkan keturunan dan meningkatkan taraf dengan segala keterbatasan kelengkapan  jasmaniahnya serta sumber-sumber alam yang ada disekitarnya. Kebudayaan boleh dikatakan sebagai perwujudan tanggapan manusia terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi dalam proses penyesuaian diri mereka dengan lingkungan. Kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi kerangka landasan bagi mewujudkan dan mendorong terwujudnya kelakuan
a.      Kebudayaan Padang Lawas
Kota Padangsidimpua adalah salah satu  Kota di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, yang dimekarkan dari Kabupaten Tapanuli Selatan. Kabupaten Padangsidimpuan merupakan Kabupaten pemekaran Baru dari Kabupaten Tapanuli Selatan pada tahun 2007. Dasar hukum pendirian Kabupaten Padang Lawas Utara adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2007 dan disyahkan pada tanggal 10 Agustus 2007 tentang pembentukan Kabupaten Padang Lawas Utara dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 dan disyahkan pada tanggal 10 Agustus 2007 tentang pembentukan Kabupaten Padang Lawas maka. Saat ini adalah pemerintahan pertaman oleh bupati Bachrum Harahap.












*           Adat Istiadat
a. Pakaian Adat
 Kabupaten yang mempunyai luas wilayah 3.892,74 km bujur sangkar ini mempunyai pakaian adat yang sama.



https://encrypted-tbn1.google.com/images?q=tbn:ANd9GcTcFnQr1KLFm3JgtiwMsVOODkzAGwlyGLrL7IVu-3O6fF3StA14 

Adapun pakaian yang dipakaikan sebagai penutup kepala laki-laki disebut dengan istilah Happu, dan aksesoris sebagai penutup kepala perempuan disebut dengan istilah Bulang. peraturan dalam tarian tortor yang ada di padang lawas khususnya daerah barumun tengah dan sekitarnya,  antara lain tidak diperbolehkan memakai alas kaki seperti sepatu kecuali bagi kedua mempelai (bayo pangoli/pengantin putra dan boru nadioli/ pengantin Putri: istilah adat)













b. Tari Tradisional
Nama tarian tradisionalnya adalah tari tor-tor, biasanya prosesi tarian ini terdiri dari panortor dan pangayapi (panortor berada di posisi depan pangayapi)


https://encrypted-tbn0.google.com/images?q=tbn:ANd9GcRxh9ANE38kkhxsA9G7sYhU1zkxb3B78eaBFEFfPbQeEi1NCHZXAQ
 















c.       Partuturon 
Partuturon Tutur sapa dalam memanggil seseorang dengan ungkapan sesuai posisinya dan disematkan sebelum nama yang mau dipanggil adalah sesuatu yang sangat urgen diketahui dikabupaten padang lawas. karena menurut budaya dan tradisi yang sudah berkar turun temurun ini tanpa diketahuinya partuturon bisa merusak dan melangggar peraturan yang berlaku dalam adat setempat, secara umum partuturon didaerah ini dibagi menjadi tiga: 
  1. Mora. yaitu bagian kelompok keluarga ibu dan istri. (Tulang, Tunggane, Tulang naposo)
  2. Anak boru. bagian kelompok suami saudara perempuan, suami saudara perempuan ayah, dan suami anak perempuan. (Amang boru, Lae, Bere)
  3. Kahanggi. yaitu bagian kelompok saudara laki-laki ayah (Uda/Paman) sampai keatas (uwak/ amang tua.oppung suhut, anak da pahoppu ).saudara laki-laki, dan anak saudara laki-laki sampai kebawah.
Tiga macam partuturon inilah sebagai induk dari partuturon di padang lawas, begitu kata salah seorang yang mengerti tentang partuturon yang juga sama asalnya dengan penulis yaitu dari Kabupaten Padang lawas. Dan tiga partuturon ini lah yang disebut dalam satu istilah Dalihan Natolu (Mora, Anak Boru, Kahanggi). dari sebutan panggil atau partuturon yang tiga mcam ini lalu berkembang menjadi ada mora ni mora dan atau pisang raut.





2. Tahun Unsur Kebudayaan
Kabupaten padang lawas berdiri sejak diputuskannya  Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 38, Tahun 2007, bertepatan dengan tanggal 10 Agustus 2007. Ibukota kabupaten yang mempunyai  jumlah penduduk 233.933 jiwa dan punya luas wilayah 3.892,74 km bujur sangkar ini adalah Sibuhuan, . 
dan kepala Daerah (Bupati)  pertama  Kabupaten Padang Lawas adalah Basrah Lubis, S.H.


a.      Bahasa
Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat.Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
Bahasa yang di gunakan di wilayah padang lawas ialah batak mandailing dan ada juga bahasa batak toba dan yang paling banyak peduduknya di wilayah padang lawas ini adalah suku batak mandailing.

b.      Sistem pengetahuan
Secara sederhana, pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan. Pengetahuan dimiliki oleh semua suku batak mandailing di padang lawas. Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, intuisi, dan berpikir menurut logika, atau percobaan-percobaan yang bersifat empiris (trial and error).
Sistem pengetahuan tersebut dikelompokkan menjadi:
  • pengetahuan tentang alam
  • pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan di sekitarnya
  • pengetahuan tentang tubuh manusia, pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku sesama manusia
  • pengetahuan tentang ruang dan waktu

c.       Sistem mata pencaharian
System mata pencarian di padang lawas adalah bertani seperti menanam padi, dan
minyak sawit. Dan di padang lawas ini ada juga pekerjaan nya di PT,
contoh seperti:

1.          PT. dan Perkebunan Masyarakat
PT.  Raja Garuda Mas Group dan dua PT. Yang berada dibawah benderanya yaitu PT. Sumatera Riang Lestari (SRL) dan PT. Sumatera Silva Lestari yang sempat mengalami konflik dengan msyarakat setempat akibat penyerobotan lahan masyarakat, meskipun sebenarnya ceritanya masih simpang siur, menhut mengtakan bahwa lahan itu adalah milik negara bukan milik pribadi maupun perusahaan, meskipun lahan tersebut difungsikan hanya boleh digarap oleh masyarakat setempat, dan itupun bukan sebagai hak milik melainkan hak pakai.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1vcgIUSn2i88zWZyInNIbocD9B2hvnrGPsOiT6EDycaVP0SnB4D6Z6bM8ZSLLXGIHjcKXNO28wa_T0pQetY4Cf6DLyrnWVSFhyphenhyphend2xKxDzKRckOnIwJce8qFpvS68vACFvw_O4nHNB8JA/s1600/IMG_0305.JPG

selain itu Sumber Daya Alam Kabupaten Padang lawas yaitu Pabrik-Pabrik dan sejumlah Perkebunan masyarakat yang ditanami sawit yang sudah menghasilkan dan juga tanaman pohon rambung yang sudah memberikan hasil yang lumayan memuaskan.
Dan pada sistem mata pencaharian ini ada juga beberapa mata pencaharian tradisional, di antaranya: 
  • Beternak
  • Bercocok tanam di lading


d.      System peraturan hidup dan teknologi
Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.
Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik), yaitu:
  • alat-alat produktif
  • alat-alat menyalakan api
  • makanan
  • pakaian
  • tempat berlindung dan perumahan
  • alat-alat transportasi
e.       Religi
Mengamalkan ritual keagamaan termasuk dari ciri khas dari masyarakat di kabupaten padang lawas, sehingga dengan kepanatikan terhadap ajaran agama, sebagian masyarakat banyak yang menarik-narik budaya kedalam agama, budaya yang saya maksudkan disini adalah tradisi-tradisi yang dilakukan nenek moyang pada tempo dulu yang belum jelas diketahui sumber pengambilan hukumnya lansung dilaksanakan oleh masyarakat dan dianggap sebagai ritual yang termasuk dalam ajaran agama, seperti kegiatan marpangir yaitu melaksanakan mandi dan membersihkan badan dengan air yang di beri wewangian sebelum bulan puasa, sepanjang niat yang seperti itu masih bisa diterima kalau masyarakatnya mengatakan hal demikian termasuk bagian dari ajaran agama, bahayanya sebagian kecil ada yang sampai menganggap hal itu sebagai syarat mengikuti ibadah puasa pada bulan ramadhan sampai-sampai ada yang yang mengatakan tanpa marpangir puasa tidak sempurna. Akan tetapi belakangan ini masyarakatnya semakin berkembang dan semakin cerdas, dikarenakan semakin banyaknya putra-putri asal padang lawas yang menggali pengetahuan dan menempah sikap kritis terhadap sesuatu yang masih dianggap belum seseai.
dan sebenarnya masih banyak lagi adat istiadat yang sering dikitkan dan atau ditarik-tarik dalam ajaran agama dipadang lawas, dan memang sebahagian besarnya mengarahkan masyarakat menuju ajaran agama yang sesungguhnya.
Hampir 99.99%  dari 233.933 jiwa (data 2007 diawal berdirinya kabupaten padang lawas) menganut agama islam.


f.        Kesenian
Nama tarian tradisional di padang lawas adalah tari tor-tor mandailing, biasanya prosesi tarian ini terdiri dari panortor dan pangayapi (panortor berada di posisi depan pangayapi).
Dan tarian ini sering digunakan di saat ada acara pernikahan, dan acara pesta batak juga.


g.      Organisasi sosial dan system kekerabatan

a.       organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
b.      Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial. Meyer Fortes mengemukakan bahwa sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat dipergunakan untuk menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan.
c.       Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah, ibu, anak, menantu, cucu, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek dan seterusnya.
d.      Dalam kajian sosiologi-antropologi, ada beberapa macam kelompok kekerabatan dari yang jumlahnya relatif kecil hingga besar seperti keluarga ambilineal, klan, fatri, dan paroh masyarakat. Di masyarakat umum kita juga mengenal kelompok kekerabatan lain seperti keluarga inti, keluarga luas, keluarga bilateral, dan keluarga unilater
  

Daftar Pustaka



No comments:

Post a Comment